Laman

Sabtu, 11 Agustus 2012

Bahaya pengunaan Aspartame bagi kesehatan

Tingginya angka diabetes belakangan ini membuat para produsen makanan dan minuman mengusung produk bebas gula. Akhir-akhir ini banyak produk makanan atau minuman yang berlabel “no sugar”. Kode itu berarti produk tersebut menggunakan bahan pemanis buatan atau aspartam sebagai pengganti gula.
Padahal Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.

Apa itu Aspartame?
Aspartame merupakan pemanis sintetis non karbohidrat (aspartyl phenylalanine methyl ester). Rumus kimianya C14H18N2O5. Aspartam pertama kali ditemukan oleh James Schslatte pada tahun 1965. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam aspartat dan fenilalanina. Fenilalanina merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak.


Setelah melalui sejumlah peninjauan pada berbagai penelitian ilmiah, aspartam dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan mendapat persetujuan dari Food and Drug Administratin (FDA) untuk digunakan pada beberapa jenis makanan. Maka sejak tahun 1996, FDA secara resmi menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan yang dapat digunakan dalam semua jenis makanan dan minuman. Hingga kini tercatat lebih dari 100 negara yang telah menyetujui penggunaan aspartame, termasuk di Indonesia.

Aspartam dijual dengan merek dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet, atau Canderel dan telah digunakan pada hampir 6000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia, terutama pada minuman soda dan permen. Sederet nama produk makanan dan minuman dalam kemasan disebut-sebut menggunakan aspartam yang membahayakan kesehatan tersebut. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi kedokteran di indonesia yang dituding telah menyebarkan kabar tersebut membantah dan melimpahkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyelidikinya. Namun, hingga kini hal tesebut menjadi kontroversi dan masih dalam tahap penelitian.

Kepala laboratorium Biokimia Pangan dan Gizi IPB, Prof. Dr. Ir Made Astawan, MS mengatakan, aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kadar kemanisan  200 kali kemanisan gula (sukrosa). Untuk mencapai titik kemanisan yang sama diperlukan aspartam kurang dari satu persen sukrosa. Batas asupan harian yang diperbolehkan atau Acceptable Daily Intake (ADI) yang ditetapkan oleh FDA ialah 40mg/kg berat badan. Ukuran yang dipergunakan adalah jumlah pemanis per kilogram berat badan per hari yang dapat dikonsumsi secara aman sepanjang hidupnya tanpa menimbulkan risiko. Penggunaan aspartam pada produk-produk yang dijual di pasaran biasanya disebutkan dalam kadar yang aman untuk dikonsumsi per hari. Namun, ada baiknya kita bisa lebih berhati-hati dan mawas diri dalam memilih serta mengonsumsi produk-produk tersebut.

Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS! Pada kemasan tertulis: Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME yaitu M-150, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore..., Frutillo, Segar Sari, POP ICE Es Blender, Segar... Dingin, OKKY Jelly Drink, Sari Vit C, Naturade Gold, AQUA Splash of Fruit, FORTY PLUS.


Bahaya Aspartam
Semua produk buatan manusia berbahan kimia seperti pemanis, pewarna, pengawet, ataupun penyedap buatan memiliki dampak yang merugikan bagi kesehatan. Sebab, bahan-bahan sintetis tersebut dibuat dari bahan yang tidak alami, sehingga dianggap sebagai bahan asing bagi tubuh kita. Aspartam juga berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.  Apabila kandungan fenilalanina yang tersisa dari proses pencernaan protein menumpuk dan tertimbun dalam darah maka akan terjadi gangguan yang disebut fenilalanemia atau fenilkonuria.
Efek dari aspartame pada manusia: 
  • Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ralph Walton MD, aspartame mempunyai efek yang mendalam pada mood seseorang, kecemasan, pusing, kepanikan, mual, iritabilitas, gangguan ingatan, dan konsentrasi.
  •  Dikemukakan ahli kesehatan H.J. Roberts, MD. Efek dari aspartame tersebut antara lain sakit kepala/migraine, sakit persendian, depresi, insomnia, jantung berdebar, sesak nafas, kehilangan indera pengecap, telinga berdengung, serta vertigo.
  • Dapat meracuni otak serta menyebabkan keterbelakangan mental pada anak yang dilahirkan.
  • Dalam proses pencernaan, tubuh tidak bisa menyerapnya. Bahan tersebut akan tersimpan dan menumpuk dalam tubuh. Inilah yang kemudian mengakibatkan gangguan kesehatan seperti kerusakan organ tubuh atau kanker.
  •  Penyebab pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus.
  • Dapat menyebabkan alzeimer dan parkinson.
Untuk menghindari aspartam 100% memang sulit, cara terbaiknya ialah dengan mengetahui dan menyadari produk apa saja yang menggunakan produk aspartam dalam kadar tinggi. Dengan mengetahui hal tersebut kita bisa menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi makanan serta minuman yang mengandung aspartam. Dan yang tak kalah penting, kita harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan rajin berolahraga, banyak mengonsumsi sayuran hijau, serta istirahat atau tidur yang cukup.
Beritahukan semua orang yang Anda kenal dan sayangi akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.

sumber: 
http://orbit-digital.com/kimia/mengenal-bahaya-aspartam
http://www.mail-archive.com/ dokter_umum@yahoogroups.com /msg01123.html



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar